Rabu, 01 Agustus 2018

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PEMASARAN


Setiap oragnisasi baik perusahaanyang mencari keuntungan seperti Dunkin’ Donuts dan whole Foods maupun perusahaan nonprofit, seperti United way dan M.D. A nderson Cancer Center harus harus memnuhi kebutuhan pelanggan agar sukses. Mungkin, pelopor usaha eceran
J.C. Penney menjelaskan prioritas ini ketika berkata kepada manajer tokonya, “Anda atau pengganti anda yang akan menemui pelanggan dalam waktu 60 detik.”
Menurut American Marketing Association (Association Pemasaran Amerika), Pemasaran atau (marketing) adalah “fungsi organisasi dan proses mencinptakan, mengomunikasikan serta memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan yang dapat memberikan keuntungan bagi organisasi dan para pemangku kepentingannya(satakeholdesr).” Selain menjual barang-barang dan jasa, teknik pemasaran membantu orang-orang untuk menyampaikan ide atau pandangan dan mendidik orang lain. American diabetes Association mengirim kuesioner yang mengajukan pertanyaan, “Apakah anda beresiko menderita diaetes?” Dokumen tersebut membantu mendidik masyarakat umum mengenai penyakit ini dengan menginformasikan factor-faktor resiko dan gejala umum serta menjelaskan cara kerja asosiasi tersebut.
Pemilik toko  serba ada Marshall Field menjelaskan pemasaran dengan cukup jelas ketika ia memberi instruksi kepada salah satu karyawannya untuk “memberikan apa yang wanita inginkan”. Frasa tersebut menjadi moto perusahaan dan tetap menjadi ungkapan bisnis yang benar. Pelaku pemasaran yang baik tidak hanya memberikan apa yang diinginkan pelanggan, tetapi yang juga mengantisipasi kebutuhan pelanggan sebelum kebutuhan tersebut muncul. Idealnya, mereka dapat bersaing dengan mencipatakan hubungan antara kebutuhan baru dan pemenuhan kebutuhan tersebut dengan produknya. Principal Financial Group memasarkan rencana pensiun karyawan ke perusahaan lain sebagai strategi untuk mempertahankan karyawan terbaik mereka. NetJets menawarkan kepemilikan jet fraksional kepada eksekutif yang menginginkan kemewahan dan fleksibilitas kepemilikan pribadi dengan harga yang lebih rendah. Samsung menawarkan TV dengan resolusi tinggi (high-definition) generasi baru dengan merek dgang Cinema Smoot Light Engine.”Berhentilah menonton TV,” kata iklannya. “Hiduplah di dalamnya.”
       Seperti yang diilustrasikan contoh ini, pemassaran lebih dari sekedar menjual. Pemasaran adalah proses yang dimulai dengan mencari kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi dan dilanjutkan dengan meneliti pasar potensial, memproduksi barang atau jasa yang dapat memuaskan pelanggan; serta mempromosikan, memberikan harga, dan mendistribusikan barang atau jasa tersebut. Di sepanjang proses pemasaran, organisasi yang sukses berfokus pada membangun hubungan pelanggan.
    Ketika dua pihak atau lebih mendapatkan keuntungan dengan memperdagangkan barang yang memiliki nilai, mereka memasuki proses pertukaran   (exchange process). Ketika anda membeli secangkir kopi, pihak lain yang terlibat adalah penjaga took, mesin penjual, ataupun pelayan Dunkin’Donuts. Pertukaran ini tampak sederhana ---uang berpindah tangan dan anda mendapatkan secangkir kopi. Namu, proses pertukaran tersebut lebih kompleks. Pertukaran tersebut tidak akan terjadi jika Anda tidak merasa membutuhkan secangkir kopi atau jika toko atau mesin penjual tidak ada. Anda tidak akan memilih Dunkin’Donuts, kecuali jika Anda mengenal merek tersebut. Karena pemasaran, keinginan Anda akan kopi flavored blend, decaf, atau kopi hitam terindentifikasi, dan bisnis produsen kopi pun meraih kesuksesan.

Bagaimana Pemasaran Menciptakan Utilitas
Pemasaran memengaruhi berbagai aspek organisasi dan hubungannya dengan pelanggan. Kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan disebut utilitas (utility). Fungsi produksi perusahaan menciptakan utilitas mengubah bahan mentah,komponen, dan input lain menjadi barang atau jasa. Namun, fungsi pemasaran menciptakan ulitilitas waktu, tempat, dan kepemilikan. Utilitas waktu (time utility) diciptakan dengan menyediakan barang atau jasa ketika pelanggan ingin membelinya. Utilitas tempat (place utility) diciptakan dengan membuat sebuah produk tersedia dilokasi yang nyaman bagi pelanggan. Utilitas kepemilikan merujuk pada transfer barang dan jasa dari penjual ke pembeli. Perusahaan bisa saja menciptakan ketiga jenis utilitas tersebut. Papa John’s mampu melakukannya dengan menerima pesanan di restoran melalui telepon, online, dan melalui pesan teks ponsel. Tidak ingin ketinggalan, pesaingnya, Domino’s Pizza, sekarang menerima pesanan dari telepon pintar yang dapat menjelajah internet, selain pesanan melalui pesan teks dan telepon konvensional. Pesanan mobile perusahaan tersebut mirip dengan situs Web biasa, namun diadaptasikan untuk memungkinkan transaksi yang lebih cepat. Mobiledominos.com dirancang untuk layar kecil, memiliki antarmuka yang efesien, dan menyimpan pesanan sebelumnya ke dalam sistem sehingga pelanggan loyal dapat memesan kembali menu favorit mereka dengan beberapa klik. “dengan begitu banyak orang-orang yang hidup serba cepat, pemesanan mobile Domino’s memberikan kenyamanan bagi pelanggan  yang memiliki gaya hidup yang sibuk,” kata Rob Weisbrg.” Dengan tambahan jalur pemesanan, Domino’s  berambisi memimpin pasar dengan terobosan teknologi ini yang terus mengubah cara berpikir orang-orang dalam memesan pizza.”  Kedua restoran pizza tersebut menciptakan tiga jenis utilitas dengan memungkinkan pelanggannya membeli makanan yang mereka inginkan, dimana dan kapanpun hal tersebut ingin dilakukan. Toko bahan pangan Tesco juga menciptakan beberapa bentuk utilitas dengan Fresh & Easy Neigborhood Markets, seperti yang dibahas dalam fitur “Coba & Gagal”


Evolusi Konsep Pemasaran
pemasaran selalu menjadi bagian dari bisnis, mulai dari pedagang desa hingga organisasi Abad ke-21 yang memproduksi dan menjual barang serta jasa kompleks. Namun, dari waktu ke waktu, aktivitas pemasaran berevolusi selama empat masa yang ditunjukanpada gambar 12:1 era produksi, era penjualan, dan era pemasaran, dan sekarang era hubungan. Perhatikan bahwa era ini sejajar dengan periode waktu yang dibahas pada Bab 1.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

eliwawa

TRENDING TOPIK MILENIAL DAN GEN Z KABUR PINDAH KE LUAR NEGERI UNTUK KEHIDUPAN FINANSIAL YANG JAUH LEBIH BAIK DIBANDING TINGGAL DI INDONESIA

Bagi kaum milenial dan gen z saat ini, untuk hidup dan menetap di Indonesia mereka merasa sangat kesulitan dari segi perekonomian maupun d...