Setiap
oragnisasi baik perusahaanyang mencari keuntungan seperti Dunkin’ Donuts dan
whole Foods maupun perusahaan nonprofit, seperti United way dan M.D. A nderson
Cancer Center harus harus memnuhi kebutuhan pelanggan agar sukses. Mungkin,
pelopor usaha eceran
J.C. Penney
menjelaskan prioritas ini ketika berkata kepada manajer tokonya, “Anda atau
pengganti anda yang akan menemui pelanggan dalam waktu 60 detik.”
Menurut American Marketing Association (Association Pemasaran
Amerika), Pemasaran atau (marketing) adalah “fungsi organisasi dan proses
mencinptakan, mengomunikasikan serta memberikan nilai kepada pelanggan dan
untuk mengelola hubungan pelanggan yang dapat memberikan keuntungan bagi
organisasi dan para pemangku kepentingannya(satakeholdesr).” Selain menjual
barang-barang dan jasa, teknik pemasaran membantu orang-orang untuk
menyampaikan ide atau pandangan dan mendidik orang lain. American diabetes
Association mengirim kuesioner yang mengajukan pertanyaan, “Apakah anda
beresiko menderita diaetes?” Dokumen tersebut membantu mendidik masyarakat umum
mengenai penyakit ini dengan menginformasikan factor-faktor resiko dan gejala
umum serta menjelaskan cara kerja asosiasi tersebut.
Pemilik toko serba ada
Marshall Field menjelaskan pemasaran dengan cukup jelas ketika ia memberi
instruksi kepada salah satu karyawannya untuk “memberikan apa yang wanita
inginkan”. Frasa tersebut menjadi moto perusahaan dan tetap menjadi ungkapan
bisnis yang benar. Pelaku pemasaran yang baik tidak hanya memberikan apa yang
diinginkan pelanggan, tetapi yang juga mengantisipasi kebutuhan pelanggan
sebelum kebutuhan tersebut muncul. Idealnya, mereka dapat bersaing dengan
mencipatakan hubungan antara kebutuhan baru dan pemenuhan kebutuhan tersebut
dengan produknya. Principal Financial Group memasarkan rencana pensiun karyawan
ke perusahaan lain sebagai strategi untuk mempertahankan karyawan terbaik
mereka. NetJets menawarkan kepemilikan jet fraksional kepada eksekutif yang
menginginkan kemewahan dan fleksibilitas kepemilikan pribadi dengan harga yang
lebih rendah. Samsung menawarkan TV dengan resolusi tinggi (high-definition)
generasi baru dengan merek dgang Cinema Smoot Light Engine.”Berhentilah
menonton TV,” kata iklannya. “Hiduplah di dalamnya.”
Seperti yang
diilustrasikan contoh ini, pemassaran lebih dari sekedar menjual. Pemasaran
adalah proses yang dimulai dengan mencari kebutuhan pelanggan yang belum
terpenuhi dan dilanjutkan dengan meneliti pasar potensial, memproduksi barang
atau jasa yang dapat memuaskan pelanggan; serta mempromosikan, memberikan
harga, dan mendistribusikan barang atau jasa tersebut. Di sepanjang proses
pemasaran, organisasi yang sukses berfokus pada membangun hubungan pelanggan.
Ketika dua pihak
atau lebih mendapatkan keuntungan dengan memperdagangkan barang yang memiliki
nilai, mereka memasuki proses pertukaran
(exchange process). Ketika anda membeli
secangkir kopi, pihak lain yang terlibat adalah penjaga took, mesin penjual,
ataupun pelayan Dunkin’Donuts. Pertukaran ini tampak sederhana ---uang
berpindah tangan dan anda mendapatkan secangkir kopi. Namu, proses pertukaran
tersebut lebih kompleks. Pertukaran tersebut tidak akan terjadi jika Anda tidak
merasa membutuhkan secangkir kopi atau jika toko atau mesin penjual tidak ada.
Anda tidak akan memilih Dunkin’Donuts, kecuali jika Anda mengenal merek
tersebut. Karena pemasaran, keinginan Anda akan kopi flavored blend, decaf, atau kopi hitam terindentifikasi, dan bisnis
produsen kopi pun meraih kesuksesan.
Bagaimana Pemasaran
Menciptakan Utilitas
Pemasaran memengaruhi berbagai aspek organisasi dan
hubungannya dengan pelanggan. Kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi
keinginan dan kebutuhan pelanggan disebut utilitas (utility). Fungsi produksi perusahaan menciptakan utilitas mengubah
bahan mentah,komponen, dan input lain
menjadi barang atau jasa. Namun, fungsi pemasaran menciptakan ulitilitas waktu,
tempat, dan kepemilikan. Utilitas waktu (time
utility) diciptakan dengan menyediakan barang atau jasa ketika pelanggan ingin
membelinya. Utilitas tempat (place utility) diciptakan dengan membuat
sebuah produk tersedia dilokasi yang nyaman bagi pelanggan. Utilitas kepemilikan merujuk pada
transfer barang dan jasa dari penjual ke pembeli. Perusahaan bisa saja
menciptakan ketiga jenis utilitas tersebut. Papa John’s mampu melakukannya
dengan menerima pesanan di restoran melalui telepon, online, dan melalui pesan teks ponsel. Tidak ingin ketinggalan,
pesaingnya, Domino’s Pizza, sekarang menerima pesanan dari telepon pintar yang
dapat menjelajah internet, selain pesanan melalui pesan teks dan telepon
konvensional. Pesanan mobile
perusahaan tersebut mirip dengan situs Web biasa, namun diadaptasikan untuk
memungkinkan transaksi yang lebih cepat. Mobiledominos.com dirancang untuk layar
kecil, memiliki antarmuka yang efesien, dan menyimpan pesanan sebelumnya ke
dalam sistem sehingga pelanggan loyal dapat memesan kembali menu favorit mereka
dengan beberapa klik. “dengan begitu banyak orang-orang yang hidup serba cepat,
pemesanan mobile Domino’s memberikan
kenyamanan bagi pelanggan yang memiliki
gaya hidup yang sibuk,” kata Rob Weisbrg.” Dengan tambahan jalur pemesanan,
Domino’s berambisi memimpin pasar dengan
terobosan teknologi ini yang terus mengubah cara berpikir orang-orang dalam
memesan pizza.” Kedua restoran pizza
tersebut menciptakan tiga jenis utilitas dengan memungkinkan pelanggannya
membeli makanan yang mereka inginkan, dimana dan kapanpun hal tersebut ingin
dilakukan. Toko bahan pangan Tesco juga menciptakan beberapa bentuk utilitas
dengan Fresh & Easy Neigborhood Markets, seperti yang dibahas dalam fitur
“Coba & Gagal”
Evolusi Konsep Pemasaran
pemasaran selalu menjadi bagian dari bisnis, mulai dari
pedagang desa hingga organisasi Abad ke-21 yang memproduksi dan menjual barang
serta jasa kompleks. Namun, dari waktu ke waktu, aktivitas pemasaran berevolusi
selama empat masa yang ditunjukanpada gambar 12:1 era produksi, era penjualan,
dan era pemasaran, dan sekarang era hubungan. Perhatikan bahwa era ini sejajar
dengan periode waktu yang dibahas pada Bab 1.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar