Kebanyakan orang menjawab pertanyaan “Apa yang dimaksud
dengan produk?” dengan menyebutkan ciri-ciri fisiknya. Sebaliknya, para pemasar
menggunakan perspektif yang lebih luas.
Bagi mereka, produk (product) adalah seperangkat atribut fisik, jasa, dan
simbolis yang dirancang untuk memuaskan keinginan konsumen. CEO sebuah
manufaktur perkakas besar pernah membuat
para pemegang sahamnya sempat terdiam
dengan perrnyataan ini : “ Tahun lalu para pelanggan kita membeli lebih
dari 1 juta mata bor ukuran seperempat inci , dan tidak ada satupun dari
mereka sebenarnya ingin membeli produk
tersebut. Mereka semua menginginkan lubang
lubang seukuran seperempat inci.”
Strategi produk melibatkan lebih dari sekedar memproduksi barang atau
jasa; sebaliknya , strategi produk berfokus pada manfaat . konsepsi pemasaran
tentang suatu produk meliputi keputusan
tentang rancangan kemasan, nama merek, merek dagang, jaminan citra produk, pengembangan produk
baru, dan layanan pelanggan. Pikirkan, misalnya, tentang minuman ringan
kesukaan Anda. Apakah anda menyukainya karena rasanya saja atau apakah karena atribut-atribut lain,
misalnya iklannya yang cerdas, kemasannya yang menarik, kemudahannya untuk
dibeli dari mesin otomat pengecer, dan lokasi lain yang mudah dijangkau
serta citra keseluruhannya, juga menarik
bagi anda? Semua atribut ini dapat mempengaruhi
pilihan Anda lebih dari yang Anda sadari.
Mengklasifikasikan
Barang dan Jasa Konsumen
Klasifikasi yang umum digunakan untuk konsumen akhir yang
membeli produk untuk digunakan dan
dinikmati sendiri serta tidak untuk dijual kembali didasarkan pada kebiasaan
belanja konsumen. Produk kemudahan (convenience
product) adalah barang-barang yang dicari para konsumen untuk dibeli secara
rutin, cepat, dengan sedikit upaya. Barang-barang yang disimpan ditoko-toko di
stasiun pengisian bahan bakar, mesin otomat pengecer, dan mesin penjual Koran
umumnya merupakan produk kemudahan misalnya Koran, kudapan, permen kopi, dan
roti.
Produk belanja (shopping product) adalah produk yang
umumnya dibeli hanya setelah pembeli membandingkan produk-produk yang bersaing
ditoko lain. Seseorang yang berniat membeli sofa atau meja makan baru dapat
mengunjungi beberapa toko, mungkin melihat-lihat lusinan furniture, dan menghabiskan beberapa
hari untuk mengambil keputusan akhir. Produk khas (specialty product), kategori
ketiga dari produk konsumsi, adalah produk yang bersedia dibeli oleh pembeli
meskipun ia harus mengerahkan banyak upaya . pembeli tersebut sudah akrab
dengan barang tersebut dan beranggapan bahwa barang tersebut tidak memiliki
pengganti yang memadai. Diler Mini
cooper terdekat mungkin terletak 120 km dari tempat Anda, namun jika Anda
memutuskan menginginkannya, Anda akan berangkat.
Perlu diperhatikan bahwa produk belanja bagi seseorang dapat
dianggap sebagai produk kemudahan oleh orang lain. Masing-masing klasifikasi
produk didasarkan pada pola pembelian mayoritas orang yang membeli produk
tersebut.
Keterkaitan antara berbagai faktor campuran pemasaran diperlihatkan pada gambar 13.1.
dengan mengetahui klasifikasi yang
sesuai bagi suatu produk , pembuat keputusan pemasaran sedikit banyak mengetahui bagaimana variable campuran lain akan
beradaptasi untuk menciptakan strategi pemasaran yang menguntungkan dan
berorientasi pelanggan.
Mengklasifikasikan Barang
Niaga produk niaga adalah barang
dan jasa seperti layanan penggajian serta mesin fotokopi multifungsi besar yang
digunakan dalam menjalankan sebuah produk perusahaan; produk niaga juga
meliputi mesin, peralatan, bahan baku, komponen, dan bangunan yang digunakan
untuk memproduksi barang lain untuk dijual kembali. Meskipun produk
konsumsi diklasifikasikan berdasarkan
pada kebiasaan belanja, produk niaga diklasifikasikan berdasarkan pada
penggunaan dan karakteristik dasarnya. Produk-produk yang berumur panjang dan
relatif mahal disebut
barang modal. Produk-produk
yang lebih murah yang habis dikonsumsi kurang dari setahun disebut barang sekali pakai. Ada 5 kategori dasar produk B2B:
pemasangan, peralatan tambahan, komponen dan bahan, bahan baku serta
persediaan. Pemasangan adalah barang modal besar, misalnya pabrik baru,
alat dan mesin berat serta peralatan yang dibuat sesuai pesanan. Pemasangan
memakan biaya mahal dan kerap melibatkan negosiasi antara pembeli dan penjual
yang dapat berlangsung lebih dari setahun sebelum pembelian sebenarnya
dilakukan. Persetujuan pembeliaan kerap melibatkan banyak orang-spesialis
produksi , perwakilan dari bagian pembelian, dan anggota manajemen puncak-yang
harus menyetujui keputusan akhir. Meskipun mencakup barang modal, peralatan tambahan umumnya lebih murah
dn umurnya lebih pendek daripada pemasangan dan melibatkan lebih sedikit
pengambil keputusan. Contohnya, termasuk perkakas dan mesin faks. Komponen dan bahan adalah barang niaga jadi
yang menjadi bagian dari produk akhir, misalnya disk drive yang dijual kepada manufaktor komponen atau baterai yang
dibeli oleh produsen mobil. Bahan baku adalah
produk pertanian dan alam yang digunakan untuk memproduksi akhir lain. Contohnya, termasuk susu, biji
besi, kulit, dan kacang kedelai. Pasokan adalah
barang sekali pakai yang digunakan dalam operasi sehai-hari perusahaan yang
tidak menjadi bagian dari produk akhir. Sering pula disebut dengan MRO (maintenance, repair, and operating supplies
atau pasokan pemeliharaan, perbaikan, dan pengoperasian), pasokan meliputi
penjepit kertas, lampu, dan kertas fotokopi.
Mengklasifikasikan Jasa jasa dapat diklasifikasikan sebagai B2C
atau B2B. pusat perawatan anak dan manula dan bengkel mobil memberikan layanan
bagi konsumen, sedangkan bagi patroi keamanan disebuah pabrik lokal dan para
pegawai kantor paruh waktu dari Kelly
Services adalah contoh jasa niaga. Di sejumlah kasus, suatu jasa dapat
mengakomodasi pasar konsumen maupun bisnis. Contohnya, ketika ServiceMaster
membersihkan tirai-tirai disebuah rumah, jasa tersebut termasuk B2C, namun
ketika ServiceMaster merpikan sistem
pengecatan dan robot disebuah pabrik manufacturing, jasa tersebut
termasuk B2B. sama seperti barang kasatmata, jasa juga dapat diklasifikasikan
kedalam produk kemudahan, belanja, atau khas, bergantung pola pembelian
pelanggan. Namun, jasa memiliki beberapa perbedaan dibandingkan dengan barang.
Pertama, jasa, berbeda dengan barang, tidak kasatmata. Selain itu, jasa mudah
rusak karena perusahaan tidak dapat menyetoknya diinventaris. Jasa juga sulit
distandarkan karena harus memenuhi kebutuhan masing-masing pelanggan. Terakhir,
dari sudut pandang pembeli, penyedia jasa adalah jasa itu sendiri ; keduanya
tidak bisa dipisahkan dalam benak pembeli.
Dampak Strategi Pemasaran
Sistem klasifikasi
produk konsunmsi merupakan alat yang bermanfaat untuk strategi pemasaran. Seperti
digambarkan pada gambar 13.3, ketika sebuah lemari pendingin baru
diklasifikasikan sebagai barang belanja, para pemasarnya memiliki gambaran
lebih baik tentang kebutuhan promosi, harga, dari distribusinya. Namun,
masing-masing kategori produk niaga membutuhkan strategi pemasaran yang berbeda.
Karena sebagian besar pemasangan dan komponen kerap dipasarkan secara langsung
oleh pemanufaktur kepada pembeli, fokus promosinya terletak pada penjualan
secara pribadi dan bukan pada iklan. Sebaliknya, pemasar pasokan dan peralatan
tambahan lebih mengandalkan iklan karena produk mereka kerap dijual melalui
perantara, misalnya grosir. Produsen pemasangan dan komponen dapat melibatkan
pelanggan mereka dalam pengembangan produk baru, terutama bila produk niaga tersebut
sesuai pesanan. Terakhir, perusahaan-perusahaan yang menjual pasokan dan
peralatan tambahan lebih menekankan strategi harga yang bersaing daripada
pemasar B2B lainnya, yang cenderung lebih berkonsentrasi pada mutu produk dan
layanan pelanggan.
Lini Produk dan
Campuran Produk
Tidak banyak perusahaan yang beroperasi dengan suatu produk
. jika operasi awal mereka sukses, mereka cenderung meningkatkan keuntungan dan
peluang pertumbuhan mereka dengan menambahkan produk-produk baru untuk
ditawarkan kepada pelanggan mereka. Generasi permainan video masa depan akan
memungkinkan para pemain untuk mengabaikan konsol permainan mandiri (standalone game consoles) dan langsung
menggunakan PC mereka. Permainan-permainan baru menawarkan peningkatan visual
yang dihasilkan melalui kolaborasi antara pengembang permainan video,
pemanufaktur adaptor grafis, dan Microsoft. Penyempurnaan sistem operasi Windows Vista keluaran Microsoft memberikan fitur-fitur baru
bagi para pemain permainan video, termasuk kemampuan untuk meng-zoom (memperbesar) berbagai detail
seperti bintik-bintik diwajah karakter permainan.
Lini Produk (product line) suatu perusahaan adalah
kumpulan produk terkait yang bercirikan kemiripan fisik atau ditujukan untuk
pasar yang sama. Campuran produk (product mix) adalah ragam lini
produk dan masing-masing barang dan jasa yang ditawarkan suatu perusahaan
kepada pelanggan dan pengguna bisnis. Coca-cola Company dan PepsiCo sama-sama
memiliki lini produk yang meliputi standar lama –Coke Classic dan Diet Coke,
Pepsi, dan Diet Pepsi. Namun baru-baru ini, kedua perusahaan tersebut memutuskan
untuk menambah campuran produk mereka dengan menambahkan minuman berkarbonasi
baru yang diperkaya vitamin dan mineral. Diet
Coke Plus dan Pepsi’s Tava
sama-sama disebut “minuman karbon” dan ditargetkan untuk konsumen yang memilih
untuk tidak meminum minuman ringan tradisonal Karena merasa khawatir dengan
jumlah kalori atau kandungan kafein. Para pemasar harus senantiasa mengevaluasi
campuran produk mereka untuk memastikan pertumbuhan perusahaan, untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen yang berubah-ubah serta untuk menyesuaikan
diri dengan penawaran perusahaan pesaing. Agar tetap bedaya saing, para pemasar
memeriksa kesenjangan dalam lini produk mereka dan mengisinya dengan
produk-produk baru atau versi produk lama yang dimodifikasi. Alat bermanfaat
yang kerap digunakan untuk membuat keputusan produk adalah daur hidup produk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar